Tips Merawat karpet

Menutupi permukaan lantai dengan karpet bulu berkualitas prima merupakan hal yang lumrah untuk dilakukan, terlebih jika Anda tinggal di kawasan modern residence jakarta. Kesan artistik yang ditimbulkan dari penyusunan interior rumah akan semakin ciamik dengan sentuhan karpet tersebut. Karpet menjadi elemen ruang yang memiliki fungsi tersendiri untuk mempercantik ruang. Akan tetapi, meskipun jarang digunakan apalagi diinjak-injak, Anda tetap harus memperhatikan kebersihan karpet di ruangan rumah Anda. Sebab karpet adalah sarang yang nyaman bagi para kuman untuk bersarang. Berikut ini adalah tips dan trik yang bisa Anda lakukan untuk merawat karpet.

  1. perawatan karpetLakukan penyedotan debu pada karpet setidaknya dua kali seminggu. Seperti yang sudah dipaparkan di atas, karpet adalah lahan nyaman untuk sarang kuman. Bersihkan debu dan kotoran yang menempel pada permukaan karpet dengan vacuum cleaner.
  2. Jangan terlalu sering mencucinya karena warna karpet bisa cepat memudar. Cuci karpet enam bulan sekali untuk menghilangkan jamur yang menempel. Anda bisa menggunakan jasa dry cleaning untuk mempermudah proses pencucian. Namun, jika Anda ingin mencucinya sendiri, gunakan deterjen khusus karpet. Jangan menyikat permukaan karpet dengan keras karena bisa merusak bulu-bulu yang menempel pada karpet. Terakhir, jangan merendam karpet karena akan membuat proses pengeringan menjadi lebih lama, dan bisa menimbulkan bau tidak sedap atau bau apak pada karpet.
  3. Ubah tata letak karpet setidaknya satu minggu sekali. Hal ini memang cukup merepotkan karena Anda harus menggeser meja dan sofa yang berada di ruang tamu. Namun, jika Anda tidak pernah mengubah tata letak karpet, Anda akan kaget dengan banyaknya debu dan jamur yang menempel di bawah permukaan karpet ketika memutuskan untuk mencucinya.
  4. Segera bersihkan permukaan karpet jika ditemukan noda. Noda pada karpet bisa merusak kesan estetis pada karpet. Setiap noda memiliki penanganan tersendiri untuk menghilangkannya. Entah itu noda minyak, tinta, atau bahkan noda makanan. Cari tahu bagaimana cara terbaik untuk membersihkannya dan jangan tunda proses pembersihan.(Tr)
Share on Facebook0Share on Google+0Pin on Pinterest0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0