Tips Lemari Es Tetap Hemat

Lemari Es atau kulkas adalah salah satu peralatan elektronik rumah tangga yang lumyan menyedot penggunaan listrik yang besar. Apalagi bila lemari es telah mengalami kerusakan dan sehingga lebih banyak membutuhkan energy untuk membuat lemari es tetap dingin. Oleh karena itu pentingnya menjaga dan merawat kulkas agar tetap dalam keadaan terbaiknya sehingga penggunaan energi listrik dapat tetap hemat.

lemari esBerikut ini beberapa tips lemari tetap hemat yang mungkin bisa anda lakukan.

  • Baca buku petunjuk penggunaan dan produk lemari es yang Anda beli, sehingga Anda mengetahui tentang penggunaan yang baik.
  • Ketahui kapasitas lemari es, hal ini bertujuan agar tidak menaruh barang yang berlebihan didalam lemari es. Hal ini bertujuan agar sirkulasi dalam lemari es tidak terhambat oleh banyaknya barang yang dapat menyebabkan mesin berkerja lebih keras dan membutuhkan lebih banyak energy listrik.
  • Beri jarak antara lemari es dengan dinding atau benda lain terutama yang mengeluarkan suhu panas seperti kompor. Mesin yang bekerja pada bagian belakang lemari memerlukan sirkulasi udara yang baik agar suhu panas dapat keluar. Beri jarak 10 sampai 15 cm agar sirkulasi pada bagian belakang lemari es menjadi lancar.
  • Jangan terlalu lama membuka kulkas. Suhu dingin akan keluar dan mesin membutuhkan waktu dan energi kembali untuk mengembalikan ke suhu dingin.
  • Atur suhu lemari es pada suhu medium atau disesuaikan dengan kebutuhan. Bila dirasakan suhu terlalu dingin maka suhu dapat dinaikan. Semakin dingin suhu lemari es, maka semakin banyak energi listrik yang digunakan.
  • Periksa karet pelapis pada pintu. Kondisi karet pada pintu harus selalu pres atau kencang sehingga tidak terjadi kebocoran, yang dapat menyebabkan lemari tidak dapat dingin dan mesin semakin keras bekerja.
  • Periksa dan bersihkan mesin agar tidak ada kotoran atau debu yang dapat menghambat kinerja mesin.

Dengan merawat kondisi lemari es tetap baik akan membuatnya menjadi lebih awet dan tentu saja menghemat pengeluaran biaya listrik.

Share on Facebook0Share on Google+2Pin on Pinterest1Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0