Memahami Kode Spesifikasi pada Oli

Oli adalah komponen penting bagi kendaraan bermotor. Meski terlihat sederhana, nyatanya oli memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk menjaga keberlangsungan mesin motor. Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, melainkan melindungi mesin dan menjaga komponen motor lainnya agar tidak cepat rusak. Untuk itu, memilih oli yang sesuai dengan kebutuhan motor kita merupakan investasi terbaik yang bisa kita lakukan terhadap kendaraan kesayangan kita. Sesuaikan oli pilihan kita dengan jenis motor kita, misalnya dengan memilih oli spesialis dingin untuk motor matik karena mesin motor matik lebih cepat panas.

spesifikasi oliKetika memilih oli, kita sering melihat spesifikasi yang menempel pada kemasan oli hanya dituliskan melalui kode-kode yang terlihat asing seperti SAE 10W-30, JASO MB, atau API SERVICE SJ. Ini tentunya sangat membingungkan kita yang awam terhadap dunia oli, bukan? Namun jangan khawatir. Berikut ini adalah kode-kode spesifikasi oli yang perlu kita ketahui.

  1. Kode SAE. SAE merupakan akrnonim dari Society of Automotive Engineers. Kode ini biasanya digunakan untuk menunjukkan ukuran kekentalan oli. Misalnya SAE 40. Semakin besar angkanya, maka semakin kental pula olinya. Namun, tingkat kekentalan oli biasanya jarang dijadikan spesifikasi karena tidak terlalu berpengaruh pada penggunaan mesin.
  2. Penunjuk suhu. Dalam contoh di atas, setelah kode kekentalan ada 10W-30. Kode ini merupakan penunjuk suhu, W merupakan akronim untuk Winter. Jadi, oli yang kita gunakan bisa bertahan dalam cuaca dingin dengan tingkat kekentalan oli sebanyak SAE 10 dan tingkat kekentalan oli sebesar SAE 30 dalam cuaca panas.
  3. Mutu oli. Hal ini ditunjukan melalui kode API. API merupakan singkatan dari American Petroleum Institute. Seperti dalam contoh, mutu oli disebutkan dalam API Service SJ. Nah, huruf SJ menunjukan kualitas terbaru dari oli. Semakin mendekati huruf “Z” maka kualitas oli semakin modern. Kode SJ juga bisa menunjukan tahun keluaran mesin kita. Sementara kode JASO menunjuk ke standar automotif kendaraan kita. JASO merupakan akronik dari Japan Automotive Standard Association.

Meskipun kita sudah memahami maksud dari kode itu, tidak ada salahnya kita tetap berdiskusi dengan teknisi di bengkel langganan kita seputar oli yang terbaik untuk kendaraan kita. Dengan berdiskusi, tentunya kita akan semakin yakin dengan pilihan oli kita karena biasanya teknisi sudah memahami dan tahu bagaimana performa oli tersebut. (Tr)

Share on Facebook0Share on Google+0Pin on Pinterest0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0