Maksimalkan Penggunaan Mobil Matic

Anda punya mobil matic? Atau justru sedang merencanakan memiliki mobil matic? Jika memang benar, maka Anda perlu bekali diri Anda dengan pengetahuan mengenai dunia otomotif khususnya mobil matic. Seluk beluk tentang mobil matic, khususnya tentang perawatan sehingga performa mesin bisa tahan lama, serta memahami fungsi over drive pada matic. Selain itu informasi mengenai penggunaan transmisi otomatis yang benar juga harus Anda ketahui, karena penggunaan yang benar juga akan membantu memperpanjang umur pakainya.

Masalah transmisi pada mobil matic ternyata bisa digunakan menyesuaikan kondisi dan juga kebutuhan, baik untuk jalan raya ataupun area parkir. Karena ini, Anda bisa membuat perjalanan menjadi lebih aman dan menghindari dari bahaya kecelakaan. Tentu dalam penggunaannya, transmisi antara matic dan manual tentu akan jelas perbedaannya.

Transmisi

perneling-mobil-maticJika Anda tidak terbiasa menggunakan mobil matic,  tentu transmisi mobil matic ini akan terasa aneh dikarenakan biasa mengemudi menggunakan mobil bertransmisi manual. Nah, bagaimana cara untuk memaksimalkan ketika mengemudi mobil matic. Cobalah menghindari ketika injak pedal gas sampai putaran mesin tinggi pada kondisi tuas berada di N (nertal) dan langsung memindahkan tuas transmisi ke salah satu posisi transmisi (D, 3, 2, L atau 1). Jika ini dilakukan terus-menerus, rangkaian kopling mobil matic yang ada di dalam gearboks menjadi rontok dikarenakan tenaga mesin mengalir secara mendadak ke transmisi.

Pemilihan Persneling

Memilih persneling juga hal yang Anda ketahui sebelum mengendari mobil matic. Memang mengendarai jenis mobil matic ini akan membuat si pengemudi akan cenderung lebih nyaman dan santai ketika mengemudi. Kondisi ini membuat banyak pengemudi mobil matic akan jarang mengonta-ganti persneling, baik 1 atau L, 2 dan 3. Banyak pengemudi mobil matic, justru hanya akan menggunakan persneling posisi D untuk semua kondisi jalan. Berikut tips dan trik pemilihan persneling untuk setiap jenis jalan :

  • Untuk kondisi jalanan yang menanjak, akan lebih efektif dan efisien jika menggunakan persneling rendah. Ini dilakukan untuk menjaga putaran mesin tetap stabil, tanpa harus menunggu kickdown, sehingga akan lebih memudahkan Anda berakselerasi dalam menjaga kecepatan.
  • Kondisi jalanan yang menurun, pengemudi mobil matic dianjurkan untuk menggunakan persneling rendah. Karena adanya efek engine break akan lebih besar daripada membiarkan tuas persneling berada di posisi D, di samping itu menggunakan persneling rendah sendiri dilakukan untuk mengemudi lebih aman dan terjaga.
  • Bagaimana untuk kondisi jalanan yang memiliki tikungan beruntun? Tipsnya, Anda bisa pindahkan tuas transmisi 1 atau 2 step dari posisi D. Dengan cara tersebut, Anda akan lebih mudah melakukan pengendalian ketika berkendara dan menjaga putara mesin lebih terjaga. Lebih dari itu, Anda masih bisa tetap melakukan akselerasi jika memang diperlukan.
  • Khusus untuk menyalip dengan posisi persneling di D, Anda terlebih dahulu menekan pedal secara penuh dan menunggu kickdown. Akan tetapi dengan menurunkan posisi tuas transmisi atau bahkan tombol overdrive (O/D) dimatikan, maka akselerasi yang dibutuhkan lebih cepat dan instan. Jika merasa bingung, maka Anda cukup menurunkan pesneling 1 step saja sehingga cara ini akan mencegah kerusakan komponen mobil pada gearboks.

Tentang Overdrive

Tombol overdrive  (O/D) memang identik dengan mobil matic, meskipun demikian tombol ini hanya ada pada mobil-mobil matic keluaran Jepang. Mengaktifkan tombol overdrive  (O/D) ini, Anda akan melaju dengan menggunakan persneling tertinggi. Jangan khawatir, meskipun dalam kecepatan tinggi cara ini justru menghemat bahan bakar karena putaran mesin mobil matic akan semakin rendah.

Ketika tombol overdrive  (O/D) ini diaktifkan, proses perpindahan transmisi akan dilakukan ketika telah mencapai kecepatan tertentu. Biasanya seh antara 50-60 km/jam, namun kecepatan ini tergantung pada banyaknya muatan yang diangkat dalam mobil. Penggunaan tombol over drive ini sebaiknya dilakukan ketika Anda melaju di jalan tol, dimana kecepatan ketika itu akan stabil. Selain jalan tol, Anda juga disarankan mengaktifkan tombol overdrive ketika Anda butuh engine brake di jalan menurun.

Tapi perlu diperhatikan, tombol overdrive ini tidak dianjurkan untuk kondisi jalanan pegunungan atau perkotaan yang lumayan macet. Selain putaran mesin terlalu rendah, biasanya adanya kemacetan akan mengurangi kecepatan dalam berkendara. Oleh karena itu, sebaiknya nonaktifkan tombol overdrive jika dalam kondisi macet.

Semoga artikel informasi otomotif ini bermanfaat!

Share on Facebook0Share on Google+0Pin on Pinterest0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0