Kebiasaan Mengemudi Unik di Seluruh Dunia

Lain rumput, lain belalang; lain negara, lain juga kebiasannya. Yup, setiap negara pastinya memiliki keunikan dan tradisinya masing-masing yang menjadikan sebuah negara berbeda dari negara lainnya. Tidak hanya budaya atau kebiasaan yang menyangkut gaya hidupnya saja, aturan ini juga menyangkut pada kegiatan mereka sehari-hari. Salah satu contohnya adalah kebiasaan mengemudi. Untuk itu, baiknya cari tahu dulu yuk kebiasaan mengemudi di setiap negara! Jangan sampai kita didenda ketika mengendarai Mitsubishi Outlander Sport kita hanya karena tidak mengetahui aturan mainnya. Simak dalam artikel berikut ini!

  1. mengendarai-di-jalan-basahKalau di Denmark, cek kolong mobil dulu sebelum mengemudi! Ya, tradisi di negara ini mengharuskan kita untuk melongok ke bawah rongga mobil untuk mengecek apakah ada seseorang atau hewan yang berdiam di sana. Hal ini dimaksudkan agar kita tidak melukai seseorang ketika hendak memundurkan mobil. Setelah keadaan di kolong mobil kita aman, baru deh kita diperbolehkan untuk melajukan mobil kita.
  2. Mobil kotor bisa kena denda di Rusia! Well, hati-hati nih untuk kita yang malas membersihkan bodi dan ban mobil. Terkadang setelah melalui perjalanan jauh, kita suka malas membersihkan debu dan lumpur yang menempel di bodi mobil. Nah, kalau di Rusia, sebaiknya buang jauh-jauh deh kebiasaan ini. Sebab, mobil kotor sedikit saja bisa kena denda di negara ini.
  3. Hati-hati mengemudi di dekat pejalan kaki. Sebagai sebuah negara yang menjunjung tinggi hak-hak pejalan kaki, Jepang pun menerapkan tradisi dan aturan yang cukup unik, lho. Jika kita tengah mengendarai mobil dan tanpa sengaja mencipratkan air ke pejalan kaki yang sedang melintas, maka kita harus membayar denda sebesar 8.000 yen! Tapi, kita kan tidak sengaja. Eh, tidak peduli sengaja atau tidak, peraturan adalah peraturan. Jadi, hati-hati ketika melintas di dekat pejalan kaki, ya.
  4. Jaga jarak aman di Singapura. Tidak heran jika Singapura terkenal dengan ketertiban dan keteraturan di negaranya. Bagaimana tidak, bahkan untuk mengemudi pun ada aturannya, lho. Di Singapura, pengendara harus mengambil jarak minimal 50 meter dari trotoar. Hal ini dimaksudkan agar warga dan turis yang berada di Singapura bisa berjalan kaki dengan aman dan nyaman, tanpa harus terlibat kecelakaan. Keren sekali, ya?

Itu dia kebiasaan mengemudi di berbagai negara. Kalau di Indonesia, kebiasaan seperti apa ya yang melekat pada kehidupan masyarakat?

Share on Facebook0Share on Google+0Pin on Pinterest0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0