Ibu Rumah Tangga dan Matahari

sinar matahariSejak dulu saya selalu tahu matahari memiliki manfaat yang luar biasa bagi makhluk hidup, tapi manfaat sinar matahari baru saya rasakan betul setelah menjadi ibu rumah tangga. Sampai saya selesai kuliah, saya selalu tinggal dengan orang tua dan selalu ada asisten rumah tangga di rumah sehingga saya tak pernah melakukan pekerjaan sehari-hari. Membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak, semua asisten rumah tangga yang mengerjakan. Karena orang tua meyakini pekerjaan pelajar hanyalah belajar sungguh-sungguh, selain sekolah atau kuliah saya tak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga. Lapar, tinggal makan. Pakaian kotor, tinggal simpan di keranjang. Capek, tinggal istirahat di kasur yang sudah rapi. Saya hidup bagaikan tuan putri di rumah orang tua selama hampir dua puluh tahun lamanya.

Ketika saya menikah dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga, di sinilah saya mulai merasa begitu membutuhkan manfaat sinar matahari di sepanjang hari. Pagi saya awali dengan membuat sarapan yang beberapa bahannya saya ambil dari halaman rumah. Tanaman di halaman rumah tentu tidak akan berkembang jika tidak mendapat sinar matahari yang cukup. Itu yang pertama. Yang kedua, ketika saya menjemur pakaian. Ibu rumah tangga pasti lebih menyukai musim panas ketimbang musim hujan jika berkaitan dengan jemuran. Begitu juga dengan saya, betapa bahagianya saya jika melihat mentari pagi bersinar begitu terang karena jemuran saya pasti cepat kering. Dan yang ketiga ketika banjir melanda kompleks rumah kami. Sehari setelah banjir biasanya saya berdoa habis-habisan supaya matahari bersinar seterang-terangnya supaya jalanan tidak becek dan sepatu-sepatu kami tidak akan kotor terkena lumpur.

Share on Facebook0Share on Google+0Pin on Pinterest0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0